Tokoh Penemu • Bacaan anak SD

Mengenal Tokoh Penemu

Alfred Nobel, Dari Dinamit Menuju Hadiah Perdamaian

Alfred Nobel menemukan cara membuat bahan peledak yang lebih mudah digunakan untuk pekerjaan besar. Namun, ia juga melihat bahwa teknologi dapat membawa bahaya. Pada akhir hidupnya, ia mewariskan kekayaannya untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang bermanfaat bagi umat manusia.

Potret Alfred Nobel dengan rambut tersisir dan janggut lebat
Alfred Nobel dalam potret sekitar akhir abad ke-19. Wikimedia Commons, domain publik.

Anak Penemu yang Gemar Bahasa

Alfred Bernhard Nobel lahir di Stockholm, Swedia. Ayahnya, Immanuel Nobel, adalah insinyur dan penemu yang membangun jembatan, mesin, dan berbagai peralatan. Ketika usaha ayahnya berkembang di Sankt Peterburg, Rusia, keluarga Nobel pindah ke sana.

Alfred belajar bersama guru pribadi. Ia sangat menyukai kimia dan sastra, serta menguasai beberapa bahasa. Ia bahkan ingin menjadi penulis. Ayahnya lebih berharap Alfred menekuni ilmu dan teknik, lalu mengirimnya belajar ke beberapa negara.

Di Paris, Alfred bertemu dengan ahli kimia yang meneliti nitrogliserin, cairan berdaya ledak sangat kuat dan sangat tidak stabil. Alfred mulai memikirkan cara agar tenaga besar itu dapat digunakan dengan lebih terkendali.

Mencari Cara yang Lebih Aman

Pada abad ke-19, pembangunan rel kereta, terowongan, jalan, dan tambang sering membutuhkan pemecahan batu dalam jumlah besar. Bubuk mesiu sudah digunakan, tetapi para insinyur mencari bahan yang lebih kuat.

Nitrogliserin memiliki tenaga besar, tetapi mudah meledak akibat benturan atau penanganan yang salah. Penelitian ini sangat berbahaya. Pada tahun 1864, sebuah ledakan di tempat kerja keluarga Nobel menewaskan lima orang, termasuk adik Alfred yang bernama Emil.

Peristiwa itu menunjukkan bahwa penemuan bukan hanya soal berhasil membuat sesuatu. Keselamatan, aturan, dan tanggung jawab juga harus menjadi bagian penting dari ilmu pengetahuan.

⚠️ Pesan keselamatan

Bahan peledak bukan bahan percobaan. Jangan menyentuh benda mencurigakan atau mencoba membuat ledakan. Jauhkan diri, beri tahu orang dewasa, dan ikuti petunjuk petugas berwenang.

Lahirnya Dinamit

Dokumen paten Alfred Nobel tahun 1864 dengan gambar rancangan teknis
Permohonan paten Nobel tahun 1864 tentang alat pemicu ledakan. Arsip Nasional Swedia melalui Wikimedia Commons, domain publik.

Alfred mengembangkan pemicu yang membantu ledakan dimulai pada waktu yang ditentukan. Kemudian ia menemukan bahwa cairan nitrogliserin dapat diserap oleh bahan berpori sehingga menjadi campuran yang lebih mudah dibentuk dan dibawa.

Pada tahun 1867, ia mematenkan bahan itu dengan nama dinamit. Namanya berasal dari kata Yunani yang berarti “kekuatan”. Dinamit lebih mudah ditangani daripada nitrogliserin cair, tetapi tetap merupakan bahan peledak berbahaya yang hanya boleh digunakan oleh tenaga ahli.

Dinamit membantu pekerja membuka terowongan, membangun jalur kereta, dan memecah batu di tambang. Di sisi lain, bahan peledak juga dapat digunakan dalam perang dan kekerasan. Satu teknologi dapat membawa manfaat sekaligus risiko.

Laboratorium yang Penuh Percobaan

Reka ulang laboratorium Alfred Nobel di Museum Björkborn dengan meja dan peralatan kimia
Reka ulang laboratorium Nobel tahun 1895 di Museum Björkborn. Foto Tomas er, Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Nobel tidak berhenti pada satu penemuan. Ia terus bereksperimen dengan bahan, mesin, dan proses industri. Saat meninggal, namanya tercatat pada 355 paten di berbagai negara.

Ia juga membangun perusahaan dan laboratorium di banyak tempat. Kekayaannya tumbuh dari paten serta bisnis bahan peledak. Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus: ada kecelakaan, perdebatan keselamatan, persaingan usaha, dan pertanyaan tentang penggunaan hasil penemuannya.

Kisah Nobel mengajarkan bahwa ilmu tidak berdiri sendiri. Seorang penemu juga perlu memikirkan pengaruh karyanya terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Benarkah Ia Membaca Berita Kematiannya Sendiri?

Pada tahun 1888, kakak Alfred yang bernama Ludvig Nobel meninggal. Sejumlah surat kabar keliru mengira Alfred yang meninggal. Salah satu berita berbahasa Prancis mengkritik kekayaan yang diperoleh dari bahan peledak.

Kisah populer sering mengatakan bahwa berita itu membuat Nobel langsung memutuskan untuk menciptakan Hadiah Nobel agar dikenang dengan baik. Namun, para sejarawan tidak dapat memastikan hubungan sebab-akibatnya sesederhana itu. Nobel juga telah lama tertarik pada sastra, ilmu, dan gagasan perdamaian.

🧭 Belajar sejarah dengan teliti

Cerita yang menarik belum tentu seluruhnya terbukti. Kita perlu membedakan dokumen yang pasti—seperti surat wasiat Nobel—dari dugaan mengenai isi pikirannya.

Sahabat yang Menyuarakan Perdamaian

Nobel bersahabat dan berkirim surat dengan Bertha von Suttner, penulis dan pejuang perdamaian dari Austria. Bertha mengajak masyarakat menolak perang dan menyelesaikan pertentangan dengan cara damai.

Percakapan mereka menjadi salah satu bagian penting dalam ketertarikan Nobel terhadap perdamaian. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hanya Bertha yang menciptakan gagasan Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi pemikirannya jelas dekat dengan Nobel selama bertahun-tahun.

Pada tahun 1905, Bertha von Suttner sendiri menerima Hadiah Nobel Perdamaian—sembilan tahun setelah Nobel meninggal.

Surat Wasiat yang Mengejutkan Dunia

Halaman tulisan tangan dari surat wasiat Alfred Nobel
Bagian surat wasiat Alfred Nobel. Wikimedia Commons, domain publik.

Pada 27 November 1895, Nobel menandatangani surat wasiat terakhirnya di Paris. Ia meminta agar sebagian besar kekayaannya dikelola sebagai dana. Hasil dana itu setiap tahun diberikan kepada orang-orang yang karyanya memberi manfaat besar bagi umat manusia.

Nobel menetapkan lima bidang: fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian. Keputusan itu mengejutkan sebagian keluarganya dan membutuhkan beberapa tahun untuk diwujudkan.

Hadiah Nobel pertama diberikan pada tahun 1901. Penghargaan ilmu ekonomi baru ditambahkan oleh bank sentral Swedia pada tahun 1968 dan pertama kali diberikan pada 1969. Jadi, ilmu ekonomi bukan salah satu dari lima hadiah asli dalam surat wasiat Alfred Nobel.

Warisan yang Rumit, tetapi Penting

Alfred Nobel tidak dapat diringkas hanya sebagai “penemu baik” atau “penemu buruk”. Dinamit membantu pembangunan, tetapi bahan peledak juga menyebabkan kerusakan. Perusahaannya menghasilkan kekayaan dari teknologi yang memiliki dampak besar dan berbahaya.

Warisan Hadiah Nobel pun tidak menghapus semua akibat dari bisnisnya. Namun, surat wasiatnya mengubah kekayaan pribadi menjadi dukungan jangka panjang bagi penemuan, karya sastra, pengobatan, dan usaha perdamaian.

Yang paling berguna bagi kita adalah mempelajari seluruh ceritanya: keberanian bereksperimen, pentingnya keselamatan, akibat sebuah teknologi, dan tanggung jawab untuk memakai kemampuan demi kebaikan bersama.

Pelajaran dari Nobel

Apa yang Bisa Kita Tiru?

  1. Belajar dari banyak bidang. Nobel menyukai kimia, bahasa, teknik, dan sastra.
  2. Utamakan keselamatan. Penemuan hebat tidak boleh mengabaikan nyawa manusia.
  3. Pikirkan akibatnya. Tanyakan siapa yang mendapat manfaat dan siapa yang mungkin dirugikan oleh teknologi.
  4. Periksa cerita sejarah. Bedakan bukti yang pasti dari kisah yang masih diperdebatkan.
  5. Gunakan keberhasilan untuk membantu orang lain. Nobel mewariskan sebagian besar kekayaannya untuk penghargaan yang bermanfaat bagi umat manusia.

Menjadi penemu bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang kuat. Penemu yang bertanggung jawab juga memikirkan bagaimana karyanya digunakan.

Ayo mengingat!

Bisakah Kamu Menjawab?

  • Mengapa Alfred Nobel tertarik membuat bahan peledak lebih mudah ditangani?
  • Apa manfaat dan risiko dinamit?
  • Mengapa kisah berita kematian Nobel perlu diceritakan dengan hati-hati?
  • Apa lima bidang Hadiah Nobel yang tertulis dalam surat wasiatnya?
  • Pelajaran apa yang kamu dapat tentang tanggung jawab seorang penemu?

Sumber Bacaan dan Gambar