Fisika dasar • Listrik

Apa yang membuat
lampu menyala?

Baterai memberi tegangan, muatan bergerak sebagai arus, dan hambatan membatasi alirannya. Hukum Ohm menghubungkan ketiganya.

+
💡
V = 9 VR = 30 ΩI = 0,3 A
VTeganganvolt (V)
IArusampere (A)
RHambatanohm (Ω)

Langkah 1 • Tiga besaran listrik

Kenali peran V, I, dan R.

Ketiganya dapat dibayangkan seperti air dalam pipa. Analogi ini membantu memahami konsep dasar, walaupun listrik nyata tidak sama persis dengan air.

V

Tegangan

Perbedaan energi listrik per muatan yang mendorong muatan bergerak.

Satuan: volt (V)Ibarat tekanan yang mendorong air.
I

Arus listrik

Laju aliran muatan listrik yang melewati suatu titik dalam rangkaian.

Satuan: ampere (A)Ibarat banyaknya air yang mengalir.
R

Hambatan

Ukuran seberapa kuat bahan atau komponen menahan aliran arus.

Satuan: ohm (Ω)Ibarat pipa sempit yang menghambat air.
⚠️

Keselamatan dahulu. Jangan mencoba rangkaian dengan stopkontak atau listrik rumah. Untuk percobaan sekolah, gunakan baterai tegangan rendah dan lakukan bersama guru atau orang dewasa.

Langkah 2 • Hukum Ohm

Satu hubungan, tiga rumus.

Pada komponen ohmik dengan kondisi fisik tetap, arus sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan.

VIR
Mencari tegangan
V = I × R

Tegangan = arus × hambatan

Mencari arus
I = VR

Arus = tegangan ÷ hambatan

Mencari hambatan
R = VI

Hambatan = tegangan ÷ arus

Langkah 3 • Contoh soal

Tulis diketahui, pilih rumus, lalu hitung.

01

Mencari tegangan

Arus 2 A melewati hambatan 6 Ω. Berapa tegangannya?

Diketahui: I = 2 A, R = 6 ΩV = I × RV = 2 × 6 = 12 V
02

Mencari arus

Tegangan 12 V dipasang pada hambatan 4 Ω. Berapa arusnya?

Diketahui: V = 12 V, R = 4 ΩI = V ÷ RI = 12 ÷ 4 = 3 A
03

Mencari hambatan

Tegangan 10 V menghasilkan arus 0,5 A. Berapa hambatannya?

Diketahui: V = 10 V, I = 0,5 AR = V ÷ IR = 10 ÷ 0,5 = 20 Ω

Langkah 4 • Awalan satuan

mili, kilo, dan angka dasarnya.

Ubah satuan sebelum memasukkannya ke rumus. Huruf kecil dan besar penting: mA adalah miliampere, sedangkan adalah kilo-ohm.

1 A = 1.000 mA1 kΩ = 1.000 Ω1 MΩ = 1.000.000 Ω
Hasil0,5 A500 ÷ 1.000 = 0,5

Langkah 5 • Simulasi rangkaian

Apa yang terjadi saat V atau R berubah?

Geser nilai tegangan dan hambatan. Simulasi menghitung arus menggunakan I = V ÷ R. Cahaya hanya ilustrasi, bukan model lampu yang presisi.

💡
Arus hasil simulasiI = 0,3 A

9 V ÷ 30 Ω = 0,3 A

V ↑, R tetap

Arus bertambah

Dorongan lebih besar menghasilkan arus lebih besar.

R ↑, V tetap

Arus berkurang

Hambatan lebih besar membatasi arus lebih kuat.

Laboratorium hitung

Coba angkamu sendiri.

Masukkan dua besaran dalam volt, ampere, dan ohm. Kalkulator akan mencari besaran ketiga.

Hasil akan tampil di sini.

Bonus • Daya listrik

Seberapa cepat energi digunakan?

Daya listrik dilambangkan P dan bersatuan watt (W). Setelah mengetahui tegangan dan arus, daya dapat dihitung dengan:

P = V × I

Contoh: perangkat memakai 12 V dan 2 A.

P = 12 × 2 = 24 W

Langkah 6 • Hindari kesalahan umum

Rumus benar perlu satuan yang benar.

1

mA belum diubah

500 mA harus diubah menjadi 0,5 A sebelum menghitung dengan satuan dasar.

2

kΩ dianggap Ω

2 kΩ sama dengan 2.000 Ω, bukan 2 Ω.

3

Membagi dengan nol

Jangan memasukkan hambatan atau arus nol sebagai pembagi.

4

Semua benda dianggap ohmik

Hukum Ohm sederhana tidak selalu berlaku linear pada setiap komponen dan kondisi.

Kuis singkat

Siap menguji pemahamanmu?

Pilih jawaban dan baca penjelasannya setelah setiap soal.

Soal 1 dari 6Skor 0

Ringkasan super singkat

Tiga rumus utama.

V = I × RI = V ÷ RR = V ÷ I
🚙

Lanjut belajar

Dari listrik kembali ke gerak.

Latih kemampuan memilih rumus melalui tutorial jarak, kecepatan, dan percepatan.

Pelajari gerak →