Planet batuan
Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars memiliki permukaan padat. Mereka berada di bagian dalam Tata Surya.
Sains • SD–SMP • Eksplorasi interaktif
Satu bintang. Delapan planet. Perjalanan yang terus bergerak.
Ketuk planet atau pilih namanya. Planet luar bergerak lebih lambat—coba kecepatan 20× untuk mengamatinya.
Ukuran planet dan jarak orbit diperbesar atau dirapatkan agar terlihat di HP; bukan skala sebenarnya. Orbit disederhanakan menjadi lingkaran pada satu bidang. Tampilan miring memproyeksikannya sebagai elips. Orbit sebenarnya berbentuk elips dan memiliki kemiringan berbeda.
Perbandingan periode revolusi mengikuti data planet; pada 1×, satu tahun Bumi berlangsung 40 detik. Posisi awal bukan posisi planet saat ini. Putaran bola pada panel detail hanya untuk melihat tekstur, bukan simulasi kecepatan atau kemiringan rotasi asli. Hanya cincin Saturnus yang ditampilkan; bulan dan benda kecil tidak dimodelkan.
Tekstur merupakan peta olahan, bukan foto langsung. Warna ditingkatkan dan beberapa wilayah yang belum dipetakan diisi oleh pembuat tekstur. Warna Matahari juga digunakan untuk menonjolkan detail; cahaya Matahari dari luar atmosfer tampak putih.
01 / Kenali lingkungan kosmik kita
Tata Surya adalah Matahari dan benda-benda yang terikat oleh gravitasinya: planet, planet kerdil, satelit alami, asteroid, serta komet. Sistem ini terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari awan gas dan debu.
Matahari adalah bintang, bukan planet. Energi dari fusi nuklir di intinya dipancarkan sebagai cahaya dan panas. Planet tidak menghasilkan cahaya tampak seperti bintang; kita melihatnya terutama karena memantulkan cahaya Matahari.
Planet bergerak maju, sementara gravitasi Matahari membelokkan lintasannya. Gabungan keduanya menghasilkan orbit. Bayangkan benda yang terus jatuh menuju Matahari, tetapi gerak menyampingnya membuatnya terus meleset.
Hubungkan dengan Hukum Newton →Baca sumber: NASA — Tata Surya · Matahari
02 / Dari dekat ke jauh
Urutannya: Merkurius → Venus → Bumi → Mars → Jupiter → Saturnus → Uranus → Neptunus.
Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars memiliki permukaan padat. Mereka berada di bagian dalam Tata Surya.
Jupiter dan Saturnus jauh lebih besar dan didominasi hidrogen serta helium. Tidak ada permukaan padat untuk berjalan seperti di Bumi.
Uranus dan Neptunus memiliki lebih banyak material seperti air, amonia, dan metana di bagian dalam. Istilah “es” tidak berarti permukaannya berupa es padat.
Planet terkecil dan terdekat dengan Matahari. Permukaannya penuh kawah; atmosfernya sangat tipis sehingga panas tidak tertahan dengan baik.
Atmosfer karbon dioksida yang tebal memerangkap panas. Venus adalah planet terpanas, meskipun Merkurius lebih dekat dengan Matahari.
Rumah kita memiliki lautan air cair dan atmosfer yang mendukung kehidupan. Bulan adalah satelit alaminya.
Warna kemerahan berasal dari mineral besi yang teroksidasi. Mars memiliki atmosfer tipis dan dua bulan kecil: Phobos dan Deimos.
Planet terbesar, didominasi hidrogen dan helium. Bintik Merah Besar adalah badai raksasa di atmosfernya, bukan daratan.
Cincinnya tersusun dari banyak partikel es dan batuan. Saturnus bukan satu-satunya planet bercincin, tetapi cincinnya paling mencolok.
Sumbu rotasinya sangat miring, sehingga tampak seperti menggelinding pada orbitnya. Metana di atmosfer menyerap cahaya merah.
Planet terjauh dari Matahari di antara delapan planet. Atmosfernya berangin kencang; satu revolusi memerlukan hampir 165 tahun Bumi.
Jarak dalam juta kilometer; waktu dalam hari atau tahun Bumi. Angka dibulatkan. Jarak berubah sepanjang orbit.
| Planet | Kelompok | Jarak rata-rata (juta km) | Satu revolusi |
|---|---|---|---|
| 1. Merkurius | Batuan | 57,9 | 88 hari |
| 2. Venus | Batuan | 108,2 | 225 hari |
| 3. Bumi | Batuan | 149,6 | 365,25 hari |
| 4. Mars | Batuan | 227,9 | 687 hari |
| 5. Jupiter | Raksasa gas | 778,6 | 11,86 tahun |
| 6. Saturnus | Raksasa gas | 1433,5 | 29,46 tahun |
| 7. Uranus | Raksasa es | 2872,5 | 84,02 tahun |
| 8. Neptunus | Raksasa es | 4495,1 | 164,8 tahun |
Sumber: NASA — Data planet. 1 satuan astronomi (SA) ≈ 149,6 juta km, yaitu jarak rata-rata Bumi–Matahari.
03 / Dua gerakan, dua akibat
Bumi berotasi. Sisi yang menghadap Matahari mengalami siang, dan sisi yang membelakanginya mengalami malam. Satu siklus siang–malam berlangsung sekitar 24 jam.
Bumi memerlukan sekitar 365,25 hari untuk satu orbit. Inilah dasar satu tahun. Planet yang lebih jauh umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengitari Matahari.
Mengapa? Planet jauh menempuh lintasan lebih panjang dan bergerak lebih lambat. Untuk orbit mengelilingi Matahari, hubungan sederhananya adalah T² ≈ a³, dengan T dalam tahun Bumi dan a dalam SA.
Penyebab utama pergantian musim adalah kemiringan sumbu Bumi sekitar 23,4° selama berevolusi. Sudut datang cahaya dan lama siang berubah; kedua belahan Bumi mengalami musim yang berlawanan.
04 / Lebih dari delapan planet
Bulan mengorbit Bumi; planet lain juga dapat memiliki bulan. Satelit alami berbeda dari satelit buatan yang diluncurkan manusia.
Benda kecil berbatu atau logam. Banyak ditemukan di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Sabuk itu sangat renggang, bukan dinding batu yang rapat.
Benda kaya es dan debu. Ketika mendekati Matahari, materialnya dapat membentuk koma dan ekor. Ekor ion mengarah menjauhi Matahari; ekor debu dapat melengkung.
Pluto tetap anggota Tata Surya, tetapi diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Ia mengorbit Matahari dan berbentuk hampir bulat, namun belum mendominasi atau “membersihkan” lingkungan orbitnya. Jadi jumlah planet utama adalah delapan.
05 / Periksa pemahamanmu
Pilih satu jawaban pada setiap soal. Kamu akan mendapat penjelasan, bukan hanya skor.
Materi mengacu pada NASA Science dan data planet NASA. Tautan sumber tersedia pada setiap bagian dan profil planet.
Tekstur: Solar System Scope / INOVE, berbasis citra NASA, lisensi CC BY 4.0. Diadaptasi dengan pengecilan resolusi, kompresi WebP, proyeksi bola, dan pencahayaan untuk animasi ini.